Sabtu, 17 Oktober 2009

Pupuh ( Sunda: Pepeuh ) adalah bentuk puisi tradisional bahasa Sunda yang memiliki jumlah suku kata dan rima tertentu di setiap barisnya. Terdapat 17 jenis pupuh, masing-masing memiliki sifat tersendiri dan digunakan untuk tema cerita yang berbeda.

* Asmarandana, bertemakan cinta kasih, birahi

* Balakbak, bertemakan lawak, banyolan

* Dangdanggula, bertemakan ketentraman, keagungan, kegembiraan

* Durma, bertemakan kemarahan, kesombongan, semangat

* Gambuh, bertemakan kesedihan, kesusahan, kesakitan

* Gurisa, bertemakan khayalan

* Jurudemung, bertemakan kebingungan

* Kinanti, bertemakan penantian

* Lambang, bertemakan lawak dengan aspek renungan

* Magatru, bertemakan penyesalan

* Maskumambang, bertemakan kesedihan yang mendalam

* Mijil, bertemakan kesedihan yang menimbulkan harapan

* Pangkur, bertemakan perasaan sebelum mengemban sebuah tugas berat

* Pucung, bertemakan rasa marah pada diri sendiri

* Sinom, bertemakan kegembiraan

* Wirangrong, bertemakan rasa malu akan tingkah laku sendiri

* Ladrang, bertemakan sindiran

Tidak ada komentar: